21/02/2026

Ibadat Sore: Sabtu, 21 Februari 2026

Sabtu, 21 Februari 2026

O Pekan IV

Hari Sabtu sesudah Rabu Abu (U)

 

IBADAT SORE

 

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan

Supaya kami bertahan

Dalam pantang dan puasa

Agar slamat sejahtera.

 

Dampingilah para umat

Yang kini ingin bertobat

Ampunilah dosa kami

Yang sungguh kami sesali.

 

Bersihkanlah hati kami

Di masa Prapaska ini

Agar pantas merayakan

Hari Kebangkitan Tuhan.

 

Ya Tritunggal Mahasuci

Trimalah pujian kami

Yang kami lambungkan ini

Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Ant. 1    Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

 

Mazmur 140 (141):1-9    Doa dalam bahaya

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus dari tangan malaikat ke hadapan Allah (Wahyu 8:4).

 

Ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku,*

dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepada-Mu.

 

Semoga doaku membumbung ke hadapan-Mu bagaikan dupa,*

semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.

 

Awasilah mulutku, ya Tuhan,*

dan jagalah pintu bibirku.

 

Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*

jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.

 

Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*

tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.

 

Biarlah Allah yang adil memukul aku,*

biarlah yang Maharahim menyiksa aku.

 

Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*

tak mungkin! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.

 

Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*

biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusan-Nya!

 

Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*

demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.

 

Tetapi kepada-Mulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*

kepada-Mulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.

 

Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*

dan terhadap perangkap orang berdosa.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 1    Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.

Ant. 2    Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

 

Mazmur 141 (142)    Engkaulah pelindungku

Semuanya ini terpenuhi dalam diri Tuhan pada waktu Ia menderita sengsara (St.Hilarius).

 

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*

dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.

 

Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapan-Nya,*

aku membentangkan sengsaraku kepada-Nya.

 

“Bila nyawaku melenyap dari padaku,*

Engkaulah yang mengetahui jalannya ke maut.

 

Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*

para musuhku memasang jerat.

 

Tengoklah dan saksikan sendiri,*

tak seorang pun mau mengenal aku.

 

Tak mungkin aku meloloskan diri,*

tak seorangpun menghiraukan daku.

 

Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,†

Engkaulah pelindungku,*

milik pusakaku dalam hidup abadi.

 

Perhatikanlah seruanku,*

sebab aku teramat hina.

 

Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*

karena mereka terlalu kuat bagiku.

 

Keluarkanlah aku dari penjara maut,*

agar aku memuji nama-Mu!

 

Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*

sebab Engkau menyelamatkan daku.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 2    Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggil-Nya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.

 

Ant. 3    Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.

Kidung Filipi 2:6-11    Kristus hamba Allah

 

Meskipun berwujud Allah,†

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.

 

Ia telah menghampakan diri,†

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.

 

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,†

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.

 

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,†

dan menganugerahkan kepada-Nya,*

nama yang melebihi segala nama.

 

Agar dalam nama Yesus,†

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi, dan di bawah bumi.

 

Agar setiap lidah mengakui,†

untuk kemuliaan Allah Bapa,*

Tuhanlah Yesus Kristus.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 3    Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkan-Nya di dalam Roh.

 

BACAAN SINGKAT

(2Korintus 6:1-4a)

Kami mendesak saudara: janganlah sia-siakan kurnia yang telah saudara peroleh dari Allah. Dalam kitab suci Allah bersabda:

“Pada masa yang tepat engkau akan Kudengarkan; pada hari keselamatan engkau akan Kutolong”. Camkan, saudara-saudara, sekaranglah saat yang tepat itu, dan sekarang juga hari keselamatan itu! Kami tidak memberi sandungan kepada siapapun juga, agar pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami bertindak sebagai pelayan Allah.

 

LAGU SINGKAT

P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* kasihanilah aku.

U: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* kasihanilah aku.

P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapan-Mu.

U: Kasihanilah aku.

P: Kemuliaan kepada Bapa Putera dan Roh Kudus.

U: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* kasihanilah aku.

 

Antifon Kidung    Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

 

KIDUNG MARIA

(Lukas 1:46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

 

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

 

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

 

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.

 

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

 

Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

 

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

 

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

 

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

 

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung    Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

 

DOA PERMOHONAN

Marilah kita memuliakan Tuhan kita Yesus Kristus, yang menjadi guru, teladan dan saudara kita. Kepada-Nya kita mohon:

U: Hidupkanlah umat-Mu, ya Tuhan.

 

Ya Kristus, dalam segala-galanya Engkau serupa dengan kami, kecuali dalam hal dosa, semoga kami bergembira dengan yang bergembira, dan menangis dengan yang menangis,* 

agar cinta kasih kami semakin bertambah setiap hari.

 

Perkenankanlah kami mengabdi Engkau yang lapar dalam orang yang lapar,* 

dan melayani Engkau yang haus dalam orang yang haus.

 

Engkau membangkitkan Lazarus dari kematian,* 

semoga orang yang mati karena dosa, Kauhidupkan kembali karena iman dan tobat.

 

Semoga banyak orang mengikuti jejak-Mu dengan lebih teguh dan lebih sempurna,* 

berkat teladan Santa Perawan Maria dan para kudus-Mu.

 

Semoga orang yang telah meninggal, bangkit kembali dalam kemuliaan-Mu,* 

serta menikmati cinta kasih-Mu untuk selamanya.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di Surga

dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada  hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

DOA PENUTUP

Allah mahakuasa, dengan menjalani masa Prapaskah ini, kami berusaha memahami misteri Kristus dengan lebih baik. Semoga kami layak hidup bersama Dia kelak. Sebab Dialah Putera-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin. 

====

DOA PEMBEBASAN DARI KUTUK

Bapa yang kekal, Engkaulah satu-satunya Tuhan yang abadi, Tuhan yang adalah kasih, penuh belas kasih dan ramah. Lihatlah Putera Tunggal-Mu, Yesus Kristus, dan kasihanilah.

Kupersembahkan kepada-Mu kesakitan-Nya pada penderaan di tiang, luka-luka dan darah-Nya, bagi semua orang yang berada di bawah kutuk dosa nenek moyang mereka dan ketidakpatuhan mereka, yang melanggar perjanjian yang mereka buat dengan-Mu.

Semoga Engkau membebaskan kami melalui penderaan Putera-Mu, sembuhkanlah melalui luka-luka-Nya dan selamatkanlah melalui Darah Berharga-Nya. Amin.

 

Darah Berharga Yesus Kristus – lepaskanlah kami dari kutuk-kutuk.

Luka-luka Yesus Kristus – sembuhkanlah luka-luka kami.

Dengan penderaan-Mu, – meteraikanlah kami. Amin.

====

“Semua yang ada di bawah kutuk dan secara terus menerus mengucapkan doa ini akan dibebaskan dari kutuk-kutuk mereka. Keluarga yang menderita dari kutuk akan dosa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka dan melakukan 144 novena melalui doa ini; akan dibebaskan. Semua yang melanggar sebuah perjanjian dan seharusnya mati akan diselamatkan dan juga dilepaskan dari kutuk mereka jika mereka secara terus menerus mengucapkan doa ini dan bertobat. Anak-anak-Ku, betapa mengerikannya jika mengalami murka Tuhan! Berpalinglah dari dosa-dosamu dan hiduplah. Aku mengasihi kalian semua. Jadilah sembuh.”

Sumber: Buku “Precious Blood of Jesus”

NIHIL OBSTAT: Rev. Fr. Stephen Obiukwu Censor Deputatus Chairman, Doctrine and Faith Committee Archdiocese of Onitsha, Anambra State, Nigeria 1 July 1999 Imprimatur of Ayo-Maria Atoyebi. O.P., Bishop of Ilorin, Nigeria, June 17, 2001