Minggu, 07 Juni 2026
PEKAN BIASA X – O PEKAN II
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P)
IBADAT BACAAN
PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku
U: Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.
MADAH
Marilah kita memuji
Tubuh dan Darah Tuhan
Yaitu santapan suci
Untuk umat beriman
Semoga tak kunjung henti
WafatNya dikenangkan.
Tubuh Kristus yang mulia
Sungguh-sungguh makanan
Dan Darah-Nya yang berharga
Sungguh-sungguh minuman
Bagi kita yang percaya
Kepada sabda Tuhan.
Pada hari raya ini
Mari kita semua
Penuh hormat mengimani
Keagungan kurnia
Jaminan hidup abadi
Yang tiada taranya.
Terpujilah Allah Bapa
Yang mengutus Putra-Nya
Untuk membebaskan kita
Dengan taat setia
Dan menghadiahkan Roh-Nya
Yang tinggal pada kita. Amin
PENDARASAN MAZMUR
Ant. 1 Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan.
Mazmur 144 (145) Pujian bagi keagungan Allah
Adillah Engkau, ya Tuhan, Engkau yang ada sekarang dan di masa lampau (Wahyu 16:5)
I
Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, Rajaku,*
aku memuliakan nama-Mu selama-lamanya.
Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau *
dan memuji nama-Mu selama-lamanya.
Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagungan-Nya tak terselami.
Angkatan demi angkatan memuliakan karya-Mu *
dan mewartakan kejayaan-Mu.
Semarak dan mulialah nama-Mu,*
kemegahan-Mu akan kukidungkan.
Karya-Mu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan.*
dan keagungan-Mu akan kumaklumkan.
Kebaikan-Mu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilan-Mu akan kuumumkan.
Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setia-Nya.
Tuhan baik terhadap semua orang, *
penuh kasih setia terhadap segala ciptaan-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Ant. 1 Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan.
Ant. 2 Ya Tuhan, kerajaan-Mu berlangsung selama-lamanya.
II
Ya Tuhan, semoga segala karya-Mu bersyukur kepada-Mu, *
dan semua kekasih-Mu memuji Engkau.
Semoga mereka mengumumkan kerajaan-Mu yang mulia *
dan mewartakan keperkasaan-Mu.
Semoga mereka menyiarkan kejayaan-Mu kepada umat manusia *
untuk memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Kerajaan-Mu berlangsung selama-lamanya, *
dan pemerintahan-Mu turun temurun.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Ant. 2 Ya Tuhan, kerajaan-Mu berlangsung selama-lamanya.
Ant. 3 Tuhan setia dalam segala sabda-Nya, penuh kasih dalam segala karya-Nya.
III
Tuhan setia dalam semua sabda-Nya, *
penuh kasih dalam segala karya-Nya.
Tuhan menopang semua orang yang jatuh *
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.
Semua orang memandang kepada-Mu penuh harapan, *
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.
Engkau membuka tangan-Mu *
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.
Tuhan adil dalam segala tindakan-Nya, *
penuh kasih setia dalam segala karya-Nya.
Tuhan dekat pada orang yang berseru kepada-Nya, *
yang berseru kepada-Nya dengan tulus hati.
Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.
Tuhan memelihara semua orang yang mengasihi-Nya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakan-Nya.
Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan nama-Nya selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Ant. 3 Tuhan setia dalam segala sabda-Nya, penuh kasih dalam segala karya-Nya.
BACAAN
Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id
Keluaran 24:1-11
Kel 24:1 Berfirmanlah Ia kepada Musa: “Naiklah menghadap TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.
Kel 24:2 Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada TUHAN, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia.”
Kel 24:3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: “Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.”
Kel 24:4 Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.
Kel 24:5 Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada TUHAN.
Kel24:6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.
Kel 24:7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.”
Kel 24:8 Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: “Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.”
Kel 24:9 Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel.
Kel 24:10 Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.
Kel 24:11 Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum.
BACAAN LAIN
Dikutip dari www.katolikku.com
Pesta Corpus Christi, atau dikenal secara resmi dalam Gereja Katolik sebagai Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, adalah sebuah hari raya yang diakui oleh Gereja Katolik.
Tujuannya adalah untuk menghormati Ekaristi, dan oleh karenanya tidak memperingati satu peristiwa apa pun dalam kehidupan Yesus.
Memang, sejak awal Gereja dengan setia mewartakan dan mengaktualisasikan ajaran Yesus: “Daging-Ku adalah makanan dan darah-Ku adalah minuman” (Yoh 6:55).
Tapi pada Abad Kegelapan, banyak pihak yang mempertanyakan sifat kehadiran Yesus dalam Ekaristi Kudus.
Selama abad kesebelas dan kedua belas, para teolog menerapkan metode dialektis dari filsafat Yunani yang ditemukan kembali serta eksegesis Patristik.
Mereka berjuang untuk mempertahankan realitas Ekaristi Kudus sebagai Tubuh dan Darah Kristus. Para pembangkang dikecam.
Masalah ini diselesaikan oleh Konsili Ekumenis Lateran IV (1215), yang menetapkan antara lain bahwa seluruh substansi roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus yang sejati tanpa mengubah penampilan mereka.
Istilah transubstansiasi digunakan untuk menggambarkan—tetapi tidak menjelaskan—proses ini telah digunakan sejak abad kesebelas. Ia tidak bergantung pada metafisika Aristoteles dari skolastisisme abad pertengahan.
Konsili Lateran IV juga mewajibkan semua umat Katolik di atas usia akal untuk mengaku dan menerima Komuni Kudus setidaknya setahun sekali.
Meskipun kaum awam jarang berkomunikasi dan telah ditolak aksesnya ke Darah Berharga sejak abad kedua belas, mereka memperlakukan praktik yang baru-baru ini diperkenalkan untuk meninggikan Hosti yang telah dikonsekrasikan sebagai titik tertinggi menghadiri Misa. Lonceng mengumumkan momen itu kepada orang-orang di dalam dan di luar gereja.
Kemurnian roti dan anggur yang akan dipersembahkan dan keamanan Spesies yang disucikan menjadi perhatian. Pada masa itu, Sakramen Mahakudus sering disimpan dalam lemari (aumbry) atau dalam wadah terkunci (pyx) yang digantung di atas altar. Menara berdiri bebas (rumah sakramen) mulai muncul, cikal bakal tabernakel altar kemudian.
Lampu Bait Suci dinyalakan di samping Ekaristi yang dilindungi untuk menghormati Kehadiran Kristus.
MADAH ALLAH TUHAN KAMI
Allah Tuhan kami,*
Engkau kami puji dan kami muliakan.
Bapa yang kekal,*
seluruh bumi bersembah sujud pada-Mu.
Bagi-Mu semua malaikat bermadah,*
seluruh isi surga bernyanyi.
Bagi-Mu kerubim dan serafim*
tak kunjung putus melambungkan pujian.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,*
Allah segala kuasa.
Surga dan bumi*
penuh kemuliaan-Mu.
Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur,*
rombongan para nabi berbakti.
Kepada-Mu barisan para martir berkurban*
dengan mempertaruhkan nyawa.
Kepada-Mu Gereja kudus beriman,*
tersebar di seluruh dunia.
Ya Bapa yang mahakuasa,*
pencipta semesta alam.
Putera sejati yang terpuji,*
Putera Bapa yang tunggal.
Roh Kudus, cahaya mulia,*
penghibur umat beriman.
Engkaulah Raja Agung, ya Kristus,*
Engkaulah Putera Allah yang hidup.
Engkau sudi dikandung Santa Perawan,*
menjadi manusia demi keselamatan kami.
Engkau mematahkan belenggu maut,*
membuka pintu kerajaan surga bagi kami.
Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa,*
mengadili umat manusia.
Kami mohon, lindungilah hamba-hamba-Mu,*
yang Kautebus dengan darah-Mu sendiri.
Sambutlah kami bersama para kudus*
dalam kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,*
dan berkatilah milik pusaka-Mu.
Bimbinglah kami semua*
dan muliakanlah untuk selamanya.
Setiap hari kami meluhurkan Dikau,*
kami memuji nama-Mu sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,*
agar senantiasa luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,*
kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setia-Mu kepada kami,*
sebab kami berharap kepada-Mu.
Kepada-Mu kami percaya, ya Tuhan.*
kami takkan kecewa selama-lamanya.
DOA PENUTUP
Tuhan Yesus, dalam Sakramen Ekaristi yang luhur ini Kauwariskan kepada kami peringatan akan wafat dan kebangkitan-Mu. Semoga kami menghormati misteri kudus Tubuh dan Darah-Mu sepantasnya, sehingga kami selalu dapat menikmati hasil penebusan-Mu. Sebab Engkaulah Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
P: Marilah memuji Tuhan
U: Syukur kepada Allah
